Rabu, 18 November 2009

Sejarah Peradapan Islam

Masuknya Islam ke Jawa masa Majapahit

Dosen Pembimbing:
M. Zakaria


Oleh :

Fatkur Rozi


SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH
AL URWATUL WUTSQO JOMBANG
TAHUN AKADEMIK 2009/2010


KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Alloh SWT. Tuhan semesta alam yang telah memberikan taufiq, hidayah, mau‘unah pada kita tetap dalam keimanan dan Ketaqwaan serta jalan yang diridhoinya. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Saya bersyukur atas terselesainya makalah ini sebagai salah satu pengetahuan wawasan bagi kita dalam mempelajari Sejarah Islam. Sekaligus untuk mememnuhi tugas mata Kuliah Sejara Peradapan Islam.
Maka ini jauh dari kekurangan didalamnya yang tidak saya sengaja, maka dari itu saya mohon maaf, saran dan kritiknya agar dilain waktu saya dapat membuat makalah yang lebih baik, namun diharapkan makah ini berguna bagi orang yang membacanya, minimal mereka dapat mendapat ilmu yang mereka belum ketahui. Segala usaha proses dalam proses pembuatan makalah ini semoga mendapat ridho Alloh SWT. Amin.


Jombang ,10 Nopember 2009Hormat saya


BAB I
PENDAHULUAN
Sejarah manusia penuh dengan berbagai peradaban yang silih berganti, tergantung para penguasa dan para pemimpin dunia. Mereka yang kuat akan menentukan model peradaban umat manusia.
Islam merupakan salah satu agama besar di dunia saat ini. Agama ini lahir dan berkembang di Tanah Arab. Pendirinya ialah Muhammad. Agama ini lahir salah satunya sebagai reaksi atas rendahnya moral manusia pada saat itu. Manusia pada saat itu hidup dalam keadaan moral yang rendah dan kebodohan (jahiliah). Mereka sudah tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran nabi-nabi sebelumnya. Hal itu menyebabkan manusia berada pada titik terendah. Penyembahan berhala, pembunuhan, perzinahan, dan tindakan rendah lainnya merajalela.
Islam mulai disiarkan sekitar tahun 612 di Mekkah. Karena penyebaran agama baru ini mendapat tantangan dari lingkungannya, Muhammad kemudian pindah (hijrah) ke Madinah pada tahun 622. Dari sinilah Islam berkembang ke seluruh dunia hingga akhirnya masuk ke Indonesia dengan melalui beberapa proses perjalanan. Jauh sebelum Islam masuk ke Indonesia, bangsa Indonesia telah memeluk agama hindu dan budha disamping kepercayaan nenek moyang mereka yang menganut animisme dan dinamisme. Setelah Islam masuk ke Indonesia, Islam berpengaruh besar baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi,maupun di bidang kebudayaan. Disini saya ingin mebahas tentang masuknya islam ke Indonesia yang lebih khususnya ke Pulau Jawa pada Zaman Majapahit.






BAB II
PEMBAHASAN

Masuknya Islam ke Jawa masa Majapahit

Kerajaan Hindu-Jawa, Majapahit di Jawa Timur berdiridalam jangka waktu akhir abad ke-13 M. hingga awal abad ke-16 M1. Zaman keemasan dan kejayaan Majapahit yang tiada taranya ialah di masa pemerintahan Hayan Wuruk (1350 – 1389 M.) sebagai raja maja pahit keempat. Luas Majapahit waktu itu bias disamakan dengan luas Indonesia saat ini ditambah dengan Kalimantan Malaysia ( Kalimantan Inggris), Tumasik (Singapura). Kejayaan Majapahit itu sangat berhubungan erat dengan ketangkasan dan keuletan Maha Patih Gajah Mada yang dengan kedudukannya guna menjunjung keluhuran raja dan kerajaan Majapahit.
Dalam 25 tahun pertama abad kelimabelas masehi. Tatkala kemakmuran Majapahit mulai brkurang, datanglah agama Islam ke Tanah Jawa. Tatkala Hayam Wuruk wafat, baginda digantikan oleh kemenakan dan menantunya Wikramawardana (1389-1429 M.) Di masa ini Majapahit mulai mundur karena pecahnya perang saudara dengan sepupunya Wirabumi. Sejak itu agama islam mulai masuk di daerah pesisir pulau Jawa. Pengaruhnya kian terasa di pedalaman sehingga agama Bhuda semakin terdesak.
Malaka didirikan sekitar 1400 Masehi, yang berkembang menjadi pusat perdagangan Asia Tenggara yang kaya raya. Raja-raja Maalaka mengembangkan kekuasaannya di Semenanjung Tanah Melayu, dan dalam abad ke-15 Masehi memasukkan agama Islam kekawasan Melayu. Semenjak masa itu saudagar-saudagar dari Hindustan, Cina, Hindia Belakang, Jepang, Jawa Timur suka membawa perniagaannya ke Malaka karena letak kotanya amat baik untuk perdagangan.


1(Yusuf Abdullah Puar, :Masuknya Islam Ke Indonesia,1985, hal 93)
Diantara orang-orang itu banyak dijumpai orang-orang Jawa Timur, terutama mereka yang dating dari Bandar Tuban dan Gresik. Mereka akrab dengan orang-orang Malaka yang baru masuk Islam, dan dengan orang-orang Gujarat dan para pedagang yang lainnya. Orang Jawa yang ada di sana hampir semuanya masuk Islam. Dan rekan-rekan mereka yang baru datang dari Jawa dan singgah di Malaka diajaknya pula masuk Islam. Daya upaya itu cukup berhasil untuk mengembangkan Islam. Selain orang Malaka yang memasukkan Islam orang-orang dari Jawa Juga ada orang-orang atau para saudagar yang berasal dari Persia dan Gujarat yang bersungguh-sungguh pula menyebarkan agama Islam. Perdagangan yang mereka bawa adalah kain-kain sutera yang mahal harganya, kain beladu, manik-manik Cambay dan barang-barang kecil yang lain.
Sebelum tahun 1416 M 2. telah ada diantara mereka itu yang menetap di tanah Jawa. Salah seorang dari saudagar asing itu adalah Malik Ibrahim. Dia adalah salah satu dari wali songo.
Tiada berapa lama kemudian berubahlah keadaan. Orang-orang asing Islam itu beristrikan wanita Jawa. Dengan demikian terjadi kaum keluarga orang islam yang berkumpul membuat umat. Jumlah mereka itu bertambah banyak disebabkan oleh orang-orang Jawa yang masuk Islam di Malaka. Sementara itu banyak Bupati di pesisir utara Jawa sudah memasuki agama Islam (1447-1461 M.) ketika zaman pemerintahan Kartawijaya.
Kemudian sekitar tahun 1447-1461 M. Agana Islam masuk ke dalam istana Majapahit melalui suatu perkawinan yaitu Raja Kertawijaya yang memerintah kawin dengan putri Campa yang sangat senang menyebarkan agama Islam3. Sepupunya Raden Rahmat besar pengaruhnya di lingkungan istana Majapahit. Dialah yang terkenal dengan Sunan Ampel. Sang Penakluk” ini adalah wanita luar biasa. Dia adalah seorang ibu yang tabah, besar hati, penyayang namun mewarisi semangat perjuangan yang tidak kalah dengan Laksamana Malahayati, Tjut Nya’ Dhien, Tjut Mutia dan para wanita pejuang agung Aceh lainnya. Bagaimana tidak, dia harus berpisah jauh dari lingkungannya ke tanah Jawa yang asing baginya, tiada handai tolan,

2(Marwati Djoned Poesponegoro Nuroho Notosusanto,Sejarah Nasional Indonesia I,1990,hal 437)
3(Yusuf Abdullah Puar, :Masuknya Islam Ke Indonesia,1985, hal 96)
hidup dilingkungan masyarakat Jawa-Hindu yang berbeda budaya dan tradisi dengan negeri asalnya, bahkan ada yang menyatakan suaminyapun masih beragama Hindu dalam tradisi Kerajaan Majapahit yang feodalis. Namun karena para Ulama-Pejuang sekelas Maulana Malik Ibrahim atas dukungan para Sultan Muslim menugaskannya berdakwah dengan caranya, wanita tangguh inipun ikhlas melakoni peran perjuangannya. Dengan takdir Allah, beliau melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak dikenal dengan Raden Fatah. Demi kelanjutan agamanya, dia rela meninggalkan kegemerlapan istana Majapahit sebagai permaisuri untuk memastikan putranya dapat pendidikan terbaik agar menjadi seorang pemimpin Islam di Jawa. Raden Fatah kecil mendapat kasih sayang serta bimbingan ibundanya bersama para Wali yang dipimpin sepupunya Raden Rahmat (Sunan Ampel) yang juga dilahirkan di Kerajaan asal ibunya.
Kemudian ketika Raden Patah sudah berumur cukup dewasa, diangkat menjadi menjadi raja pertama di Demak oleh para wali songo yang dipimpin oleh Sunan Ampel Danto4. Demak yang masih bernama Bintara merupakan daerah vasal Majapahit yang diberikan raja Majapahit kepada Raden Patah. Dan Daerah ini lambat laun menjadi pusat perkembangan Islam yang diselenggarakan oleh para wali5.











4(Badri YatimDr., :Sejarah Peradaban Islam,1999, hal 210)
5ibid, hal 21)

BAB III
PENUTUP

Sejarah mencatat bahwa kaum pedagang memegang peranan penting dalam persebaran agama dan kebudayaan Islam. Letak Indonesia yang strategis menyebabkan timbulnya Bandar-bandar perdagangan yang turut membantu mempercepat persebaran tersebut. Di samping itu, cara lain yang turut berperan ialah melalui dakwah yang dilakukan para mubaligh dan penyebaran juga dilakukan dengan cara melalui perkawinan. Selain itu tidak kalah pentingnya bahwa penyebaran islam juga dilaksanakan dengan cara politik yaitu dengan adanya para pejabat dan para bangsawan yang masuk islam.
Dengan demikian atas segala kekurangna dan kesalahan dalam penyusunan tulisan ini saya mon maaf yang sebesar-besarnya.



Daftar Pustaka

Yusuf Abdullah Puar, :Masuknya Islam Ke Indonesia,1985, Jakarta: CV Indrajaya
Marwati Djoned Poesponegoro Nuroho Notosusanto,Sejarah Nasional Indonesia I,1990, Jakarta : Balai Pustaka
Habiub Mustopo dkk. Prof. Dr. M,: Sejarah 3, , 2005,Malang: Yudistira
Yatim Badri Dr., :Sejarah Peradaban Islam,1999,Jakarta